Tugas Makalah IAD:
“Fisika dan
Perkembangannya”
“Metamorfosis
Kamera”
Oleh:
I Kadek Restamo
321 412 081
6 D
JURUSAN BAHASA INGGRIS
FAKULTAS SASTA DAN BUDAYA
UNIVERSITAS NEGERI
GORONTALO
2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 latar belakang
Kamera merupakan suatu penemuan dunia yang memberikan manfaat
begtu besar kepada umat manusia di dunia. Kamera menjadi sangat berguna karena
bidikanya yang dapat mengabadikan berbagai momen penting dialami oleh manusia
dalam kehidupanya. Sehingga dengan adanya kamera ini momen-momen indah yang
telah dialami dimasa silam dapat dilihat kembali di masa sekarang. Tidak sampai
di situ saja kegunaan kamera, kamera ini dapat digunakan membantu dalam
melakukan sebuah penemuan yang baru lainnya. Qt dapat mendokumentasikan hal-ha
penting yang terjadi selama percobaan berlangsung.
Kamera menjadi komuditas sehari-hari saat ini dan
digunakan ssecara luas dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya. Kamera yang
ada saat ini jauh lebih sederhana dan lebih modern jika dibandingkan dengan
kamera ketika pertama kali ditemukan.
Jauh sebelum masyarakat Barat
menemukannya, prinsip-prinsip dasar pembuatan kamera telah dicetuskan seorang
sarjana Muslim sekitar 1.000 tahun silam. Peletak prinsip kerja kamera itu
adalah seorang saintis legendaris Muslim bernama Ibnu al-Haitham. Pada akhir
abad ke-10 M, al-Haitham berhasil menemukan sebuah kamera obscura. Itulah salah
satu karya al-Haitham yang paling menumental. Penemuan yang sangat inspiratif
itu berhasil dilakukan al-Haithan bersama Kamaluddin al-Farisi. Keduanya
berhasil meneliti dan merekam fenomena kamera obscura. Penemuan itu berawal
ketika keduanya mempelajari gerhana matahari. Untuk mempelajari fenomena
gerhana, Al-Haitham membuat lubang kecil pada dinding yang memungkinkan citra
matahari semi nyata diproyeksikan melalui permukaan datar.
Perkembangan yang dilakukan oleh para
ahli terhadap kamera, yang membuatnya lebih sederhana, praktis dan modern ini
membuat perubahan pada paradigma manusia yang menganggap bahwa fotography
merupakan bidang seni yang mahal. Namun karen evolusi yang terjadi pada kamera
menjadikan semua manusia dapat memiliki hobi tersebut digenggaman tangan
mereka. Hal ini dapat dibutikan dengan
hampir di setiap manusia yang
ada di bumi ini memiliki hal penjiplak kehidupan nyata tersebut atau dapat
dikatakan bahwa tidak dapat
terlepas dari keberadaan kamera. Dengan kata lain bahwa
kamera kini telah menjadi kebutuhan pokok. Bagaimana tidak, hampir di setiap
handphone yang dimiliki sebagian besar masyarakat ada fitur kameranya. Dalam makalah ini kita akan mengulas tentang
kamera mulai dari sejarah ditemukannya kamera hingga berbagai jenis
perkembangan kamera saat ini.
1.2 Rumusan Masalah
Dalam makalah ini akan dibahas beberapa
pokok permasalahan mengenai perkembangan kamera dari masa kemasa yaitu sebagai
berikut:
1.
Bagaimana
sejarah singkat perkembangan kamera?
2.
Bagaimana
perkembangan kamera dari masa kemasa?
1.3 Tujuan Penulisan
Sehingga melalui pembahasan dalam
makalah ini dapat dicapai tujuan berupa:
1.
Dapat
mengetahui sejarah singkat perkembangan kamera.
2.
Dapat
mengetahui perkembangan kamera dari masa kemasa.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Singkat Kamera
2.1.1
Sejarah Kamera Sederhana
Kamera pertama disebut sebagai camera obscura, yang
berasal dari bahasa latin yang berarti ruang gelap. Camera
obscura merupakan sebuah alat yang terdiri dari ruang gelap atau kotak, yang
dapat memantulkan cahaya melalui penggunaan dua buah lensa konveks, kemudian
menempatkan gambar objek eksternal tersebut pada sebuah kertas/film, film
tersebut diletakkan pada pusat fokus dari lensa tersebut. Camera obscura yang
pertama kalinya ditemukan oleh seorang ilmuwan Muslim yang bernama Alhazen, hal
tersebut terdapat seperti yang dijelaskan pada bukunya yang berjudul Books
of Optics (1015-1021).
Gambar 1. Kamera Obscura
Sementara di tahun 1660-an
ilmuwan asal Inggris Robert Boyle dan
asistennya Robert Hooke menemukan portable camera obscura. Namun
kamera pertama yang cukup praktis dan cukup kecil untuk dapat digunakan dalam
bidang fotografi ditemukan pertama kali oleh Johann Zahn, penemuan tersebut terjadi pada tahun 1685. Kamera
fotografi pada awalnya banyak yang menerapkan prinsip model Zahn, dimana selalu menggunakan slide
tambahan yang digunakan untuk memfokuskan objek. Sistem tersebut adalah dengan
memberikan tambahan sebuah plat sensitif di depan lensa kamera tersebut setiap
sebelum melakukan pengambilan gambar.
Gambar 2. Portable Camera Obscura
Kamera terus berlanjut, Jacques Daguerre merupakan salah
satu dari orang-orang yang berperan dalam perkembangan teknologi kamera, dan
sekaligus memberikan jasa pada perkembangan dunia fotogarfi kita. Daguerre dilahirkan tahun 1787 di
kota Cormeilles di Perancis
Utara. Pada waktu muda, Jacques
Daguerre adalah seorang seniman. Pada umur 30-an Daguerre merancang diograma, yang dimaksud dengan
diograma adalah barisan lukisan pemandangan yang mempesona bagusnya,
dipertunjukkan dengan bantuan efek cahaya. Sementara Daguerre mengerjakan pekerjaannya tersebut, Daguerre menjadi tertarik dengan
pengembangan suatu mekanisme untuk secara otomatis melukiskan kembali
pemandangan yang ada di dunia tanpa menggunakan kuas atau cat, yaitu tidak lain
adalah kamera.
Di tahun 1827 Daguerre bertemu dengan Joseph Nicephore Niepce yang juga
sedang mencoba menciptakan kamera. Dua tahun kemudian mereka
bekerjasama. Namun di tahun 1833 Niepce meninggal, akan tetapi Daguerre tetap
melanjutkan percobaannya. Menjelang tahun 1837 ia berhasil mengembangkan sebuah
sistem praktis fotografi yang disebutnya daguerreotype.
Tahun 1839 Daguerre memberitahu publik secara terbuka tanpa mempatenkannya.
Sebagai imbalan, pemerintah Perancis menghadiahkan pensiun seumur hidup kepada
Daguerre maupun anak Niepce. Pengumuman penemuan Daguerre menimbulkan
kegemparan penduduk pada saat itu dan ia menjadi seorang pahlawan yang ditaburi
berbagai macam penghormatan serta penghargaan, sementara metode daguerreotype dengan cepat berkembang dan banyak
digunakan oleh khalayak. Daguerre sendiri segera pensiun. Dia meninggal tahun
1851 di kota asalnya dekat Paris.
Seiring dengan berjalannya waktu,
perkembangan teknologi kamera semakin hari berkembang semakin pesat. Fungsi dan
kebutuhan penggunaanya pun semakin luas dirasakan oleh berbagai pihak. Kamera
tidak hanya digunakan sekedar untuk menangkap objek yang berfungsi sebagai
kenang-kenangan semata, tetapi juga digunakan untuk menangkap objek yang sedang
bergerak. Sebut saja perkembangannya kemudian seperti kamera video, kamera
mikro, kamera sensor dan lain sebagainya. Perkembangannya pun telah meliputi
berbagai bidang, seperti pada bidang sinematografi, pendidikan, kedokteran, dan
bahkan sampai pada bidang sistem pertahanan dan keamanan pun tidak terlepas
dari penggunaan teknologi kamera ini.
Cara Kerja Kamera Sederhana
Sekarang kita akan belajar bagaimana cara kerja kamera
secara sederhana.
Gambar 4. Cara Kerja Kamera secara Sederhana
1.
Pertama
kita analogikan melihat pensil di ujung meja tulis. Cahaya datang dan memantul
dari pensil lalu masuk ke badan kamera.
Gambar 5. Cahaya datang dan memantul dari pensil lalu
masuk ke badan kamera
2.
Cahaya
yang masuk ke kamera lalu mengenai lensa optic ( lensa convex / lensa cembung
). Lensa ini yang akan memfokuskan cahaya yang diterima berupa bayangan
terbalik kesuatu tempat yang disebut film.
Gambar 6. Proses pembentukan bayangan
3.
Proses
kimia terjadi pada saat film terkena cahaya dan membentuk sebuah pola gambar.
Hanya bagian film yang terkena cahaya yang akan terbakar dan hangus, sedangkan
bagian yang lainnya tetap. Dahulu film dibuat dari lempengan kaca yang
bercampur bahan kimia yang langsung merekam cahaya. Perak dan kapur adalah
campuran pertama kali yang digunakan untuk membuat lempengan tersebut. Tapi
sekarang, film dibuat dari bahan plastik dan dilapisi emulsi garam perak halida
supaya peka menangkap cahaya. Film yang digunakan untuk foto hitam putih
menggunakan satu lapis senyawa garam perak halida. Sedangkan penggunaan foto
berwarna menggunakan minimal 3 lapis.
Gambar 7. Analogi Reaksi Kimia
4.
Hasil
dari penangkapan film adalah sebuah klise / negatif yaitu lembaran hitam.
Kemudian film dicetak pada kertas foto. Karena cahaya dapat merusak hasil film
yang rentan terbakar sehingga proses pencetakan atau pencucian dilakukan pada
ruang gelap. Berikut adalah contoh klise yang saat ini sudah hampir tidak
dipakai lagi.
Gambar 8. Contoh klise
2.1.2 Sejarah Kamera Digital
Fotografi digital merupakan salah satu inovasi terbaik
dalam dunia fotografi. Kehadirannya telah mengubah paradigma masyarakat yang
menganggap bahwa fotografi adalah suatu bidang yang mahal dan sulit untuk
dikuasai. Fotografi digital benar-benar bisa memberikan kepraktisan dan
kemudahan bagi setiap orang untuk membuat sebuah foto yang baik. Dengan
perkembangan teknologi yang pesat, dan beragam fitur untuk membuat foto yang
bagus, muncul sebuah ungkapan bahwa setiap orang bisa menjadi fotografer
profesional.
Bila ditelusuri dari sejarahnya, maka kita akan
kembali ke tahun 1960-an. Di mana dunia sedang mengalami revolusi besar-besaran
di bidang teknologi digital dan elektronik. Eugene F. Lally, seorang teknisi dari Jet Propulsion Laboratory NASA adalah orang pertama yang
mencetuskan ide untuk mendigitalisasi sebuah foto. Saat itu tujuannya adalah
untuk mempermudah pengiriman foto secara langsung dari misi-misi luar angkasa
Amerika Serikat.
Pada tahun 1970an, dunia jurnalistik turut
mempengaruhi kemunculan kamera digital. Saat itu, terdapat sebuah tuntutan
untuk menghadirkan foto dari suatu peristiwa yang terjadi, secepat mungkin.
Maka digunakanlah media pemindai foto (scanner). Sebuah foto
dipindai menjadi data elektronik, kemudian dikirimkan melalui jalur telepon.
Akan tetapi, cara ini juga masih dianggap merepotkan, karena terjadi penurunan
kualitas gambar yang cukup signifikan dan proses pengiriman foto pun masih
memerlukan waktu yang relatif lama. Untuk menjawab persoalan ini,
diperlukan suatu kamera yang bisa secara langsung menciptakan foto yang berupa
data elektronik. barulah pada bulan Desember tahun 1975, seorang teknisi dari
perusahaan Kodak yang bernama Steven Sasson,
menjadi orang pertama yang menemukan Kamera Digital.
Kamera yang dibuatnya, menggunakan sensor CCD sebagai
media penerimaan gambar dan hanya mampu menghasilkan foto hitam putih dengan
resolusi sebesar 0,01 megapixel (320 x 240 pixel). Media penyimpanannya adalah
sebuah kaset tape, sedangkan untuk melihat hasil gambar, kamera ini
harus disambungkan terlebih dahulu dengan sebuah televisi. Kamera ini mempunyai
bobot seberat 3,6 kg dan membutuhkan waktu tak kurang dari 23 detik untuk
memproses satu buah foto.
Gambar 3. Kamera Digital Pertama
Walaupun kamera digital model pertama ini masih belum
praktis dan belum sepenuhnya menjawab persoalan-persoalan yang terjadi, tapi
alat ini telah menjadi awal mula dari kemudahan dan kepraktisan teknologi
fotografi digital yang kita nikmati sekarang ini. Setelah penemuan dari kamera
digital model pertama, kamera-kamera digital selanjutnya terus bermunculan
dengan perbaikan-perbaikan dari model sebelumnya, dengan berbagai fitur serta
kemampuan yang baru.
Ada bebrapa sensor yang digunakan dalam kamera
digital. Namun pada kenyataannya, hanya ada dua jenis sensor yang sering digunakan
yaitu sensor CCD (charge coupled device)
dan CMOS( Complementary metal oxide semicondictor). Sensor CCD
merupakan keping silikon yang terbentuk dari ribuan (bahkan
jutaan) dioda foto sensitif yang disebut photosite, photo element, atau pixel. Setiap pixel
menangkap satu titik objek, kemudian merangkainya dengan hasil tangkapan pixel
lain hingga menjadi gambar. Sedangkan CMOS adalah sirkuit kecil yang
ditempelkan pada keping silikon. Sirkuit ini bisa mengatasi kekurangan pada
sensor CCD dalam hal ukuran karena lebih kecil. Dari segi teknologi dan harga
pun CMOS bisa memberi harapan yang baik.
Kamera bersensor CMOS memberi keuntungan-keuntungan
yang tidak didapat pada kamera bersensor CCD. Sensor CMOS bisa digabungkan
dengan rangkaiaan lain untuk keperluan tertentu sehingga harganya bisa ditekan.
Bentuk kamera pun dimungkinkan lebih kecil dan ringan. Kelebihan lainnya adalah
sensor CMOS bisa berubah dari mode pemindaiaan gambar menjadi mode pemindai
gambar bergerak. Ini menjadikan kamera digital bisa sekaligus menjadi sarana
untuk merekam video sekaligus. Sensor CMOS juga mempunyai daya tahan lebih lama
daripada sensor CCD
Terlepas dari segala kelebihannya dibandingkan dengan
kamera bersensor CCD, kamera bersensor CMOS juga memiliki kekurangan. Bahkan
secara keseluruhan, kamera bersensor CCD jauh lebih baik dibandingkan dengan
kamera bersensor CMOS. Hal ini dikarenakan kualitas gambar yang dihasilkan
kamera bersensor CCD lebih baik daripada kualitas gambar yang dihasilkan kamera
bersensor CMOS. Noise yang dihasilkan juga tidak sebanyak kamera bersensor
CMOS.
Cara Kerja Kamera Digital
Kamera digital adalah piranti yang secara elektronik
menangkap gambar dan menyimpannya dalam memori digital, tidak lagi membutuhkan
bantuan film untuk media hasil jepret. Cara kerja kamera
digital terjadi saat kita menekan tombol shutter.
Gambar 9. Contoh kamera digital
1.
Kita
memotret gambar pohon dengan kamera digital. Cahaya gambar datang dari pohon ke
kamera dan mengenai lensa kamera. Tugas lensa adalah meletakkan bayangan gambar
ke arah sensor CCD.
2.
CCD
( Charge Coupled Device ) atau dikenal sebagai sensor CCD ialah sebuah alat
yang berfungsi menangkap gambar seukuran kuku atau anggap saja sebesar micro sd
card ponsel selular. CCD mempunyai banyak titik sensor / grid yang sangat
sensitif terhadap cahaya. Gambar yang dihasilkan akan semakin tinggi
resolusinya dan semakin halus jika mempunyai banyak titik sensor. Semakin besar
jumlah titik sensor berbanding lurus dengan jumlah pixel yang dihasilkan.
Sebuah CCD dapat memiliki jutaan sensor di dalamnya. Tiap kecerahan warna RGB (
Red Green Blue ) akan disimpan dalam satu titik sensor. Jadi tugas CCD adalah
menangkap sinyal analog / gambar lalu mengubahnya menjadi sinyal listrik.
Gambar 10. Charge Coupled Device
3.
Proses
kompresi format gambar (contoh:RAW/JPEG) dilakukan pada bagian pemrosesan
gambar yang mengubah sinyal listrik menjadi sinyal digital dengan konverter ADC
(Analog/Digital Converters).
Gambar 11. Pemrosesan gambar yang mengubah sinyal listrik
menjadi sinyal digital
4.
Setelah
gambar diubah menjadi sinyal digital, maka akan diproses oleh chip processors
komputer yang dimiliki setiap kamera. Fitur tambahan yang diberikan chip berupa
software ( firmware ) yang memiliki kemampuan berbeda-beda tergantung dari
produsen kamera digital (contoh:Casio/Kodak/Canon/Pentax/Olympus) tersebut.
Software pada kamera juga menentukan hasil akhir gambar yang dihasilkan.
Beberapa fitur yang ada misalnya sephia, black & white, backlight, white
balance, face recognation, anti shake, super steady shot, vibration reduction,
dll.
Gambar 12. Chip Processors
5.
Proses
terakhir cara kerja kamera digital adalah mengirim data
digital tersebut untuk disimpan pada memory card. SD atau CF adalah salah satu
contoh memory card pada kamera digital.
Cara kerja kamera mudah untuk dimengerti, dan
hampir semua teknologi kamera saat ini berawal dari kamera sederhana/konvensional.
Saat ini, untuk mencetak sebuah gambar pada kertas foto tidak menggunakan
kertas film lagi. Banyak orang beralih ke kamera digital. Kamera modern
menggunakan proses elektronik dan menyimpan hasilnya pada sebuah kartu / memory
card. Hasil foto bisa dilihat secara langsung secara digital.
2.2
Perkembangan Kamera dari Masa Kemasa
Kegiatan yang berkaitan dengan
memotret diyakini sudah ada sejak dahulu kala, bahkan sejak istilah photography itu
sendiri ada. Memotret diyakini sudah ada sejak abad ke 13, namun ada beberapa
sumber yang mengatakan bahwa kegiatan ini sudah ada jauh sebelum abad ke 13.
Ketika itu manusia akan melihat sesuatu dari bilik bangunan sebesar
rumah gelap yang diberi lubang sebesar lubang jarum yang
disebut pinhole. Bangunan gelap tersebut disebut camera obscura,
dari bahasa latin camera yang artinya kamar, sedangkan obscura berarti
gelap (Audy Mirza Alwi, 2004:18).
Pada abad ke 15, terdapat
perkembangan dari bentuk kamera tersebut. Kamera yang sebelumnya membutuhkan
ruangan besar, sekarang menjadi diperkecil seukuran telivisi atau radio. Dengan
perubahan bentuk ini, kamera tersebut dianggap sudah modern pada masanya karena
memudahkan manusia membawanya. Fungsi dari adanya kamera ini adalah untuk
melihat proyeksi bagi seniman yang akan melukis. Seniman pada masa itu yang
memanfaatkan teknologi ini adalah pelukis ternama sekelas Leonarno da Vinci.
Setelah bentuk camera obscura dipekecil dan
mudah dibawa kemana-mana, ada dua orang peneliti dari Inggris dan Prancis yang
ingin meneliti lebih lanjut mengenai kamera itu. Adalah Louis Dagguerre dan
William Henry Fox Talbot yang melakukan penelitian tersebut. Penelitian yang dilakukan
ditujukan untuk mengetahui apakah proyeksi yang dihasilkan bisa direkam melalui
plat/kertas yang diberi senyawa kimia yang diletakan di atasnya. Penelitian
Dagguerre diperoleh hasil yang kira-kira sama dengan teknik cetak positif
sekarang ini. Hasil penelitiannya ini disebut daguerreotype. Sementara
dari penelitian Talbot diperoleh bahwa hasil akhir kira-kira sama dengan hasil
cetak negatif pada masa sekarang ini. Dari polemik yang timbul dari dua
peneliti inilah akhirnya lahir istilah photograpy. Istilah ini
dikemukakan pertama kali oleh ilmuwan asal Inggris lainnya, yaitu Sir John
Herschell pada tahun 1839. Arti dari photography sendiri
adalah melukis/menulis dengan cahaya. Kata ini diambil dari bahasa Yunani
yaitu photos yang artinya cahaya dan graphos yang
artinya menulis/melukis.Terdapat perkembangan dari berbagai jenis kamera sejak
masa ditemukannya kamera pertama. Setiap perkembangan itu selalu diiringi
perubahan baik dari segi bentuk, fungsi dan teknologi. Berikut adalah
perkembangan jenis kamera dari masa ke masa :
a. Kamera Format Besar
Disebut kemera format besar
karena ukuran dari kamera ini memang besar. Ukurannya kira-kira setara dengan
kamera pada masa Leonardo da Vinci yaitu sebesar televisi atau radio. Kamera
ini menggunakan film dalam ukuran besar dan berupa lembaran bukan dalam bentuk
gulungan. Karena ukurannya yang amat besar ini, kamera ini digunakan hanya
untuk membidik objek yang tidak banyak bergerak. Kaca pembidik terletak di
belakang kamera. Fungsinya adalah untuk melihat objek dan tempat untuk
meletakan film saat memotret. Hasil foto dari kamera format besar sangat bagus
dan tajam. Ukurannya foto yang dihasilkan bisa dibesarkan hingga seukuran papan
reklame tanpa mengurangi kualitas dan mutu gambar. Jenis kamera ini sering juga
disebut view camera.
Beberapa dasawarsa pada awal
fotografi, pembesaran foto sulit dilakukan dan mahal. Hasilnya pun terkadang
tidak memuaskan, hasilnya hanya gambaran yang serba kabur. Banyak pemotret yang
menggunakan kamera besar. Dan selalu saja kamera yang lebih besar dibuat bila
ada permintaan untuk membuat foto yang semakin besar. Salah satu kamera yang
amat besar adalah yang dibuat oleh C. Thurston Thompson, seorang fotografer
Inggris pada tahun 1858. Spesialisasi Thompson adalah membuat foto reproduksi karya
seni. Kamera Thompson panjangnya sekitar 3,6 meter untuk membuat foto sebesar
91 cm persegi. Namun kamera terbesar dibuat di Amerika Serikat sekitar tahun
1900 dan dinamakan "the Mammoth". Kamera ini dirancang untuk para
pejabat perusahaan kereta api "Chicago and Alton Railroad Company"
yang bermaksud membuat satu foto yang sempurna dari kereta api mewah mereka
yang baru. Setelah tugas itu selesai, nasib kamera Mammoth mirip makhluk
prasejarah yang namanya digunakan. Kamera itu lenyap tak pernah dibuat lagi,
korban dari kebesaran ukurannya yang membuatnya serba kaku untuk
dipindah-pindah.
b. Kamera Format Sedang
Kamera jenis ini merupakan
perkembangan dari kamera format besar. Perubahan yang paling menonjol jika
dibandingkan dengan kamera sebelumnya adalah pada bentuknya yang lebih kecil.
Hal ini menyebabkan semakin mudahnya kamera dibawa kemana-mana. Film yang
digunakan juga berukuran lebih kecil. Selain itu film juga tidak dalam bentuk
lembaran lagi, namun sudah dalam bentuk roll atau gulungan. Tempat bidikan juga
mengalami perubahan yaitu diletakan di atas kamera. Film yang sebelunya
dijadikan satu dengan tempat bidikan tetap ditempatkan sendiri di belakang
kamera. Terdapat perubahan pula dari segi cermin refleksi. Jika kamera
sebelumnya masih belum ada, pada kamera jenis ini sudah ada. Proyeksi lensa
tidak terbalik melainkan terlihat apa adanya seperti mata melihat langsung.
c. Kamera format kecil (SLR-35mm)
Kamera ini merupakan perkembangan
selanjutnya dari kamera-kamera sebelumnya. Bentuk dari kamera ini lebih kecil
dan film yang digunakan berformat film bioskop 35mm. Kamera ini dibuat dengan
menggunakan sistem pencari ketajaman range finder, yaitu menggabungkan dua
proyeksi lensa dari objek yang diabadikan. Oleh karena itu kamera ini disebut
kamera range finder. Untuk memudahkan mencari ketajaman,
dibuat penta prisma di bagian atas kamera. Penta prisma sendiri adalah lima
cermin berbentuk prisma yang berfungsi merefleksikan kembali mirror ke
kaca pembidik. Kamera SLR-35mm adalah kamera yang banyak digunakan baik untuk
pemotretan dalam maupun luar studio. Pada masa sekarangpun format kamera ini
masih digunakan di beberapa kamera digital
d. Kamera istimewa
Melihat namanya yang memakai
istilah istimewa, kamera ini memang memiliki keistimiwaan cara kerja yang berbeda
dengan kamera lainnya. Kamera ini tidak mengunakan tombol kecepatan dan
diafragma. Para fotografer tinggal mengklik tombol kamera dan foto akan jadi.
Kamera ini juga tidak mempunyai fokus karena sudah dirancang sedemikian rupa
untuk mengatur fokus di berbagai jarak. Hasilnya adalah gambar yang tajam
kecuali pada jarak kurang dari satu meter. Beberapa contoh dari kamera jenis
ini adalah kamera saku, kamera bawah air, kamera langsung jadi, kamera
kedokteran dan sebagainya.
·
Kamera Polaroid
Kamera jenis ini memakai lembaran
polaroid yang langsung memberikan gambar positif sehingga pemotret tidak perlu
melakukan proses cuci cetak film.
Gambar 13. Kamera Polaroid
·
Kamera Saku
Jenis yang paling populer
digunakan masyarakat umum. Lensa utama tak bisa diganti,umumnya otomatis atau
memerlukan sedikit penyetelan Cahaya yang melewati lensa langsung membakar
medium. Kelemahan film ini adalah gambar yang ditangkap oleh mata akan berbeda
dengan yang akan dihasilkan film, karena ada perbedaan sudut pandang jendela
pembidik (viewfinder)
dengan lensa.
Gambar 14.
Kamera Saku
·
Kamera
Advance Photo System
Ciri utama dari kamera ini adalah film yang digunakan
sama dengan film kamera 35 mm. Perbedaan yang ada hanya pada ukuran film ynag
lebih kecil, begutu pula dengan bentuk kameranya. Hasil kamera advance photo
system (APS) berbeda dengan hasil foto kamera 35 mm. Jika kamera 35 mm berupa
negatif dan untuk memperoleh hasil positifnya harus dicetak maka hasil foto
kamera APS hanya positif saja. Tetapi hasil foto itu tidak ditaruh dalam
bingkai-bingkai kecil seperti halnya film positif (slide) kamera 35 mm,
melainkan digulung kembali dalam wadahnya. Hasil foto kamera APS ini terbilang
sangat bagus karena film terlindungi dalam kaset. Namun kekurangannya adalah
biaya yang harus dikeluarkan untuk kamera dan film relatif mahal.
·
Kamera Digital
Kamera ini adalah perkembangan jenis kamera paling
mutakhir dan masih digunakan sebagai ujung tombak dalam hal fotografi.
Keutamaan dari kamera ini adalah adanya memory penyimpanan dalam bentuk digital
yang terbuat dari unsur kimia. Data digital mudah dipindahkan dan bisa memuat
banyak foto. Cara kerja kamera ini ada pada CCD yang menyerap cahaya dari objek
yang dibidik. Disini cahaya diubah menjadi titik-titik yang jumlahnya mencapai
ribuan, bahkan jutaan. Titik itu kemudian membentuk suatu foto. Jika titik yang
didapat banyak dan rapat, maka gambar akan bagus dan padat, begitu juga
sebalinya. Jumlah titik ini ditentukan oleh resolusi kamera.
Kamera jenis ini merupakan kamera yang dapat bekerja
tanpa menggunakan film. Si pemotret dapat dengan mudah menangkap suatu objek
tanpa harus susah-susah membidiknya melalui jendela pandang karena kamera
digital sebagian besar memang tidak memilikinya. Sebagai gantinya, kamera
digital menggunakan sebuah layar LCD yang
terpasang di belakang kamera. Lebar layar LCD pada setiap kamera digital
berbeda-beda.
Sebagai media penyimpanan, kamera digital
menggunakan internal memory ataupun external memory yang
menggunakan memory card.
Gambar 15. Kamera Digital
Jika kita memperhatikan perubahan jenis kamera dari
yang paling sederhana hingga yang paling modern, maka terdapat perubahan dalam
alat teknologi fotografi. Namun pada dasarnya, prinsip fotografi tetap sama.
Perubahan yang tampak sederhana ini membawa dampak teknis yang besar di
kehidupan masa kini.
BAB III
KESIMPULAN
3.1
Kesimpulan
Dari pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa kamera
merupakan para ahli yang dapat digunakan untuk merekam dan mengabadikan momen
yang kita alami. Kamera ini membantu kita untuk dapat melihat kembali momen
yang telah berlalu dimasa lampau, sehingga kita dapat menghidupkan dan merasakan
kembali masa-masa tersebut meskipun telah berlalu begitu lama.
kamera pertama ditemukan Pada
akhir abad ke-10 M oleh seorang seorang saintis legendaris Muslim bernama al-Hazen. Kamera tersebut diberi nama
kamera obscura. Kamera tersebut
telah ditemukan jauh sebelum ilmuan amerika menemukan bagaimana prinsip-prinsip
dasar pembuatan kamera. Setelah penemuan pertama tersebut lalu para ilmuan
mulai melakukan pembaruan pada kamera.
Dari masa-kemasa kamera telah mengalamai banyak perubahan,
baik dari segi bentuk maupun fitur yang dimiliki oleh kamera tersebut. Bahkan
kamera sudah semakin canggih. Setiap handphone punya fitur kamera yang membuat
memudahkan semua aktivitas yang berhubungan dengan kamera, karena setiap orang
dapat memiliki kamera ini melalui handphone yang mereka miliki.
Daftar Pustaka
Rorianti, Ester. 2010. Perkembangan Kamera Dari Masa Kemasa. Diakses pada 12 maret 2015. Di
http://blogkuesterrorianti.blogspot.com/2010/10/sejarah-kamera-dari-masa-ke-masa.html
Lensa45. 2014. Sejarah
perkembangan kamera. Diakses pada 12 maret 2015. Di
https://komunitas.bukalapak.com/s/xqxieq/sejarah_perkembangan_kamera
Faadjrin, Subhan. 2014. Perkembangan kamera dari masa kemasa. Diakses pada 12 maret 2015. Di http://subhanfadjrin.blogspot.com/2014/03/perkembangan-kamera-dari-masa-ke-masa-1.html
Pamungkas, Galang Nur Aji. 2014. Sejarah Perkembangan Kamera. Diakses pada 12 maret 2015. Di
http://galang-community.blogspot.com/2014/08/sejarah-perkembangan-kamera-dari-pertama-hingga-sekarang.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar