Tugas Makalah IAD:
“Keanekaragaman
Hayati”
“Ekosistem Air
Tawar dan Pelestariaanya”
Oleh:
I Kadek Restamo
321 412 081
6 D
JURUSAN BAHASA INGGRIS
FAKULTAS SASTA DAN BUDAYA
UNIVERSITAS NEGERI
GORONTALO
2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Disekeliling
tempat tinggal kita terdapat banyak sekali mahluk hidup yang berbeda jenis
menempati suatu tempat baik itu didarat dan di perairan. Misalnya,
dihalaman rumah, kebun, sawah, atau di hutan. Di tempat itu dapat kita jumpai
bermacam-macam makhluk hidup mulai dari makhluk yang berukuran kecil seperti
semut hingga makhluk berukuran besar seperti burung, ular, atau gajah. Mulai
dari yang berwarna gelap hingga makhluk yang berwarna cerah dan menarik.
Lingkungan
hidup meliputi komponen biotik
dan komponen abiotik.
Komponen biotik meliputi berbagai jenis makhluk hidup mulai yang bersel satu
(uni seluler) sampai makhluk hidup bersel banyak (multi seluler) yang dapat kita
lihat secara langsung. Komponen
abiotik meliputi iklim, cahaya, batuan, air, tanah, dan kelembaban. Ini semua
disebut faktor fisik. Selain faktor fisik, ada faktor kimia, seperti salinitas
(kadar garam), tingkat keasaman, dan kandungan mineral.
Tentunya
semua makhluk hidup berinteraksi dengan
lingkungannya yang berupa factor biotik dan abiotik. Faktor biotic meliputi
berbagai jenis makhluk hidup lain, sedangkan yang termasuk faktor abiotik
adalah iklim, cuaca, suhu, air, tanah, udara, kelembaban, dan salintas. Faktor
biotic dan faktor abiotik sangat bervariasi. Oleh karena itu ekosistem yang
merupakan kesatuan dari faktor biotik dan faktor abiotik
pun bervariasi.
Kombinasi
antara kedua komponen tersebutlah yang mengakibatkan terbentuknya sebuah
ekosistem. Sebagai contoh ekosistem air tawar. Dimana contoh ekosistem air
tawar ini beru ekosistem sungai, di dalam sungai terdiri dari berbagai mahluk
hidup, seperti ikan, serangga sungai, tumbuhan seperti tumbuhan kangkung, lumut
yang semua komponen tersebut melakukan interaksi.
Semua
ekosistem ini memberikan hidup bagi semua mahluk hidup yang menempatinya. Oleh
karena itu kelestariannya patut kita jaga agar dapat memberikan manfaat kepada
manusia. Kerusakan yang terjadi tersebut juga dilakukan oleh manusia yang telah
mengambil manfaat dari ekosistem yang mereka rusak. Oleh karena itu dalam
makalah ini akda diulas tentang keanekaragaman hayati tingkat ekosistem dalam hal
ini ekosistem air tawar dan pelestariannya.
1.2 Rumusan Masalah
Dalam makalah ini
akan dibahas beberapa pokok bahasan antara lain sebagai berikut:
1.
Apa yang dimaksud
dengan ekosistem air tawar?
2.
Bagaimana usaha
untuk melestarikan ekosistem air tawar?
1.3 Tujuan Penulisan
Sehingga melalui rumusan masalah di atas, maka penulis
merumuskan beberapa rumusan masalah sebagai berikut:
1.
Untuk mengetahui
apa pengertian ekosistem ait tawar.
2.
Untuk mengetahui
cara melestarikan ekosistem air tawar.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Ekosistem Air Tawar
Ekosistem
berarti suatu kesatuan yang dibentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk
hidup (komponen biotik) dan lingkungannya (komponen abiotik). Setiap ekosistem
memiliki ciri-ciri lingkungan fisik, lingkungan kimia, tipe vegetasi, dan tipe
hewan yang spesifik. Kondisi lingkungan makhluk hidup ini sangat beragam.
Perbedaan
letak geografis menyebabkan perbedaan iklim. Perbedaan iklim menyebabkan
terjadinya perbedaan temperatur, curah hujan, intensitas cahaya matahari, dan
lamanya penyinaran. Keadaan ini akan berpengaruh terhadap jenis-jenis flora
(tumbuhan) dan fauna (hewan) yang menempati suatu daerah. Di daerah dingin
terdapat bioma Tundra. Di tempat ini tidak ada pohon, yang tumbuh hanya jenis
lumut. Hewan yang dapat hidup, antara lain rusa kutub dan beruang kutub. Di
daerah beriklim sedang terdapat bioma Taiga. Jenis tumbuhan yang paling sesuai
untuk daerah ini adalah tumbuhan conifer, dan fauna/hewannya antara lain anjing
hutan, dan rusa kutub. Pada iklim tropis terdapat hutan hujan tropis. Hutan hujan
tropis memiliki flora (tumbuhan) dan fauna (hewan) yang sangat kaya dan
beraneka ragam. Keanekaragaman jenis-jenis flora dan fauna yang menempati suatu
daerah akan membentuk ekosistem yang berbeda. Maka terbentuklah keanekaragaman
tingkat ekosistem.
Di
dalam ekosistem, seluruh makhluk hidup yang terdapat di dalamnya selalu
melakukan hubungan timbal balik, baik antar makhluk hidup maupun makhluk hidup
dengan lingkungnnya atau komponen abiotiknya. Hubungan timbal balik ini
menimbulkan keserasian hidup di dalam suatu ekosistem.
Jadi, ekosistem dapat diartikan sebagai hubungan atau
interaksi timbal balik antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup
lainnya dan juga antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Suatu lingkungan
tidak hanya dihuni oleh satu jenis makhluk hidup saja, tetapi juga akan dihuni
oleh jenis makhluk hidup lain yang sesuai. Akibatnya, pada lingkungan tersebut
akan dihuni berbagai makhluk hidup berlainan jenis yang hidup berdampingan.
Ada berbagai jenis keanekaragaman hayati tingkat
ekosistem, seperti ekosistem air laut Contoh keanekaragaman ekosistem adalah
ekosistem sungai, Ekosistem terumbu karang, dan ekosistem hutan bakau.
Masing-masing ekosistem memiliki jenis turnbuhan dan hewan yang berbeda. Pada
ekosistem terumbu karang terdapai berbagai jenis ikan, ganggang, dan invertebrate. Pada ekosistem
hutan bakau terdapat berbagai jenis organisme seperti tumbuhan bakau, kiambang,
dan hewan seperti burung, ular, dan ikan. Berikut ini akan dijelaskan ekosistem
tingkat air tawar.
Ekosistem Air
Tawar
Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu
tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca.
Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan
biji. Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup
di air tawar pada umumnya telah beradaptasi.
Adaptasi organisme air tawar adalah sebagai berikut.
1.
Adaptasi tumbuhan
Tumbuhan yang hidup di air tawar biasanya bersel satu dan
dinding selnya kuat seperti beberapa alga biru dan alga hijau. Air masuk ke
dalam sel hingga maksimum dan akan berhenti sendiri. Tumbuhan tingkat tinggi,
seperti teratai (Nymphaea gigantea), mempunyai akar jangkar (akar sulur). Hewan
dan tumbuhan rendah yang hidup di habitat air, tekanan osmosisnya sama dengan
tekanan osmosis lingkungan atau isotonis.
2.
Adaptasi hewan
Ekosistem air tawar dihuni oleh nekton. Nekton merupakan
hewan yang bergerak aktif dengan menggunakan otot yang kuat. Hewan tingkat
tinggi yang hidup di ekosistem air tawar, misalnya ikan, dalam mengatasi
perbedaan tekanan osmosis melakukan osmoregulasi untuk memelihara keseimbangan
air dalam tubuhnya melalui sistem ekskresi, insang, dan pencernaan. Habitat air
tawar merupakan perantara habitat laut dan habitat darat.
Penggolongan organisme dalam air dapat berdasarkan aliran
energi dan kebiasaan hidup.
a)
Berdasarkan aliran
energi, organisme dibagi menjadi autotrof (tumbuhan), dan fagotrof
(makrokonsumen), yaitu karnivora predator, parasit, dan saprotrof atau
organisme yang hidup pada substrat sisa-sisa organisme.
b)
Berdasarkan
kebiasaan hidup, organisme dibedakan sebagai berikut.
·
Plankton; terdiri
alas fitoplankton dan zooplankton, biasanya melayang-layang (bergerak pasif)
mengikuti gerak aliran air.
·
Nekton; hewan yang
aktif berenang dalam air, misalnya ikan.
·
Neuston; organisme
yang mengapung atau berenang di permukaan air atau bertempat pada permukaan
air, misalnya serangga air.
·
Perifiton;
merupakan tumbuhan atau hewan yang melekat/bergantung pada tumbuhan atau benda
lain, misalnya keong.
·
Bentos; hewan dan
tumbuhan yang hidup di dasar atau hidup pada endapan. Bentos dapat sessil
(melekat) atau bergerak bebas, misalnya cacing dan remis.
Ekosistem air tawar digolongkan menjadi air tenang dan
air mengalir. Termasuk ekosistem air tenang adalah danau dan rawa, termasuk
ekosistem air mengalir adalah sungai.
1.
Danau
Danau merupakan suatu badan air yang menggenang dan
luasnya mulai dari beberapa meter persegi hingga ratusan meter persegi.
Di danau terdapat pembagian daerah berdasarkan penetrasi
cahaya matahari. Daerah yang dapat ditembus cahaya matahari sehingga terjadi
fotosintesis disebut daerah fotik. Daerah yang tidak tertembus cahaya matahari
disebut daerah afotik. Di danau juga terdapat daerah perubahan temperatur yang
drastis atau termoklin. Termoklin memisahkan daerah yang hangat di atas dengan
daerah dingin di dasar.
Komunitas tumbuhan dan hewan tersebar di danau sesuai
dengan kedalaman dan jaraknya dari tepi. Berdasarkan hal tersebut danau dibagi
menjadi 4 daerah sebagai berikut.
a)
Daerah litoral
Daerah ini merupakan daerah
dangkal. Cahaya matahari menembus dengan optimal. Air yang hangat berdekatan
dengan tepi. Tumbuhannya merupakan tumbuhan air yang berakar dan daunnya ada
yang mencuat ke atas permukaan air. Komunitas organisme sangat beragam termasuk
jenis-jenis ganggang yang melekat (khususnya diatom), berbagai siput dan remis,
serangga, krustacea, ikan, amfibi, reptilia air dan semi air seperti kura-kura
dan ular, itik dan angsa, dan beberapa mamalia yang sering mencari makan di
danau.
b)
Daerah limnetik
Daerah ini merupakan daerah air
bebas yang jauh dari tepi dan masih dapat ditembus sinar matahari. Daerah ini
dihuni oleh berbagai fitoplankton, termasuk ganggang dan sianobakteri. Ganggang
berfotosintesis dan bereproduksi dengan kecepatan tinggi selama musim panas dan
musim semi. Zooplankton yang sebagian
besar termasuk Rotifera dan udang-udangan kecil memangsa fitoplankton.
Zooplankton dimakan oleh ikan-ikan kecil. Ikan kecil dimangsa oleh ikan yang
lebih besar, kemudian ikan besar dimangsa ular, kura-kura, dan burung pemakan
ikan.
c)
Daerah profundal
Daerah ini merupakan daerah
yang dalam, yaitu daerah afotik danau. Mikroba dan organisme lain menggunakan
oksigen untuk respirasi seluler setelah mendekomposisi detritus yang jatuh dari
daerah limnetik. Daerah ini dihuni oleh cacing dan mikroba.
d)
Daerah bentik
Daerah ini merupakan daerah
dasar danau tempat terdapatnya bentos dan sisa-sisa organisme mati.
Danau juga dapat dikelompokkan berdasarkan produksi
materi organik-nya, yaitu sebagai berikut :
a.
Danau Oligotropik
Oligotropik
merupakan sebutan untuk danau yang dalam dan kekurangan makanan, karena
fitoplankton di daerah limnetik tidak produktif. Ciricirinya, airnya jernih
sekali, dihuni oleh sedikit organisme, dan di dasar air banyak terdapat oksigen
sepanjang tahun.
b.
Danau Eutropik
Eutropik
merupakan sebutan untuk danau yang dangkal dan kaya akan kandungan makanan,
karena fitoplankton sangat produktif. Ciri-cirinya adalah airnya keruh,
terdapat bermacam-macam organisme, dan oksigen terdapat di daerah profundal.
Danau oligotrofik dapat
berkembang menjadi danau eutrofik akibat adanya materi-materi organik yang
masuk dan endapan. Perubahan ini juga dapat dipercepat oleh aktivitas manusia,
misalnya dari sisa-sisa pupuk buatan pertanian dan timbunan sampah kota yang
memperkaya danau dengan buangan sejumlah nitrogen dan fosfor. Akibatnya terjadi
peledakan populasi ganggang atau blooming, sehingga terjadi produksi detritus
yang berlebihan yang akhirnya menghabiskan suplai oksigen di danau tersebut.
Pengkayaan danau seperti ini
disebut "eutrofikasi". Eutrofikasi membuat air tidak dapat digunakan
lagi dan mengurangi nilai keindahan danau.
2.
Sungai
Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah.
Air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan.
Aliran air dan gelombang secara konstan memberikan oksigen pada air. Suhu air
bervariasi sesuai dengan ketinggian dan garis lintang.
Komunitas yang berada di sungai berbeda dengan danau. Air
sungai yang mengalir deras tidak mendukung keberadaan komunitas plankton untuk
berdiam diri, karena akan terbawa arus. Sebagai gantinya terjadi fotosintesis
dari ganggang yang melekat dan tanaman berakar, sehingga dapat mendukung rantai
makanan.
Manfaat
Ekosistem Air Tawar
Beberapa fungsi atau manfaat ekosistem air tawar adalah
sebagai berikut:
a.
Sebagai sumber
plasma nutfah yang berpotensi sebagai penyumbang bahan genetik
b.
Sebagai tempat
berlangsungnya siklus hidup jenis flora/fauna yang penting
c.
Sebagai sumber air
yang dapat digunakan langsung oleh masyarakat sekitarnya (rumahtangga, industri
dan pertanian)
d.
Sebagai tempat
penyimpanan kelebihan air yang berasal dari air hujan, aliran permukaan,
sungai-sungai atau dari sumber-sumber air bawah tanah
e.
Memelihara iklim
mikro, di mana keberadaan ekosistem danau dapat mempengaruhi kelembaman dan
tingkat curah hujan setempat
f.
Sebagai sarana
tranportasi untuk memindahkan hasil-hasil pertanian dari tempat satu ke tempat
lainnya
g.
Sebagai penghasil
energi melalui PLTA.
h.
Sebagai sarana
rekreasi dan objek pariwisata.
2.2
Usaha untuk Melestarikan Ekosistem Sungai
Air merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan
manusia. Banyak hal harus dilakukan dengan menggunakan air tersebut, mulai dari
kegiatan mencuci, memasak, mandi, air minum sehari-hari bahkan hingga mencuci
tangan sebelum kita makan agar terhindar dari kuman yang measih menempel di
tangan kita. Oleh karena itu jika terjadi pencemaran atau bahkan kerusakan pada
ekosistem air maka akan terjadi banyak masalah pada manusia itu sendiri.
Sebagai contoh jika sungai kita tercemar atau kotor karena masyarakat membuang
sampah disungai maka akan timbul banjir dikala musim penghujan. Selain itu akan
timbul banyak penyakit akan timbul karena pencemaran air.
Sebagai manusia yang sama seperti semua mahluk yang
lainnya yang juga berinteraksi dan membutuhkan lingkungan sebagai tempat
tinggalnya seharusnya menyadari pentingnya lingkungan bagi kehidupannya.
Seharusnya sebagai manusia ia harus menjaga dan melestarikan lingkungan
khususnya sungai dari pencemaran.
Karena sangat pentingnya ekosistem air ini bagai
kehidupan manusia dan keperluan industri, maka perlu dilakukan pelestarian
lingkungan dibidang ekosistem air. Pelestarian ini bertujuan untuk menjaga
kebersihannya, menjaga eksistensinya agar kita selalu dapat memetik manfaat
dari ekosistem ini. adapun cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian
ekosistem air tawar adalah:
Hal pertama yang dapat kita lakukan adalah tidak membuang
kotoran disungai atau didanau. Karena kotoran manusia merupakan semua zat-zat
yang sudah tidak dipakai lagi oleh tubuh dan harus dikeluarkan dari dalam tubuh
kita. Untuk mencegah terjadinya kontaminasi tinja di air maka hendaknya
pembuangan tinja harus dikelola dengan baik oleh manusia, maksudnya pembangunan
kotoran harus disuatu tempat tertentu atau jamban yang sehat.
Kedua, masyarakat hendaknya tidak membuang sampah di
sungai, masyarakat hendaknya sadar dan tidak membuang sampah disungai karena
perbuatan yang tidak sadar akan sungai kotor yang akan menimbulkan banjir
ketika banjir. Sumber-sumber sampah antara lain sampah yang berasal dari
pemukiman, tempat-tempat umum, perkantoran,
jalan raya, industri, pertanian/perkebunan, pertambangan, peternakan dan
perikanan. Semua sampah dapat dimanfaatkan kembali dengan cara mendaur ulang
sampah tersebut. pertama-tama hal yang harus kita lakukan adalah memisahkan
sampah organik dengan sampah anorganik. Sampah organik berupa dedaunan dan
lain-lain, yang dapat dimanfaatkan kembali mejadi pupuk kompos. sedangan sampah
anorganik yang berbahan plastik dapat di olah kembali dengan cara daur ulang.
Jika semua masyarakat sadar akan hal ini, maka tidak akan ada lagi yang akan
mengotori sungai, danau dan ekosistem air lainnya. Dengan hal ini kita dapat menjaga
kebersihan, bahakan kelestariannya dapat terjaga.
Ketiga, tidak membuang limbah disungai, danau dan
ekosistem air lainnya. Air limbah atau air buangan adalah sisa air yang dibuang
yang berasal dari rumah tangga, industri maupun tempat-tempat umum lainnnya,
dan pada umumnya mengandung bahan-bahan atau zat-zat yang dapat membahayakan
bagi kesehatan manusia serta mengganggu lingkungan hidup dan mencemari air.
Pada intinya, kelestarian ekosistem air dapat dijaga
dengan peduli terhadap ekosistem itu sendiri. Hal terbesar yang menjadi ancaman
bagi ekosistem air tawar adalah tercemarnya ekosistem tersebut dengan limbah
sampah dan limbah lainnya. Semua kalangan harus saling bahu membahu menjaga
kelestarian ekosistem air. Mulai dari pemerintah, masyarakat dan semua manusia
yang tinggal dibumi dengan demikian ekosistem akan terjaga demi kepentingan
kita untuk hari ini, esok hari dan di masa depan.
BAB III
KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa
maksud ekosistem adalah suatu hubungan timbal balik yang terjadi antara makhluk
hidup dengan lingkungannya. Disekitar kita, ada banyak sekali ekosistem yang
terjadi, mungkin itu ekosistem air tawar, ekosistem, pantai, ekosistem darat,
dan sebagainya tergantung dari lingkungan tempat hidup makhluk tersebut.
Sedangkan yang dimaksud ekosistem air tawar adalah suatu
bentuk menyeluruh atau tatanan yang ada didalam air tawar dan sekitarnya yang
terdiri dari makhluk hidup didalam air tersebut dan lingkungan air tawar itu
sendiri. Ekosistem air tawar akan saling mempengaruhi antara satu komponen
dengan komponen lainnya. Contoh dari ekosistem air tawar adalah ekosistem
sungai dan ekosistem danau.
Pelestarian ekosistem air tawar dapat dilakukan dengan
menjaga kebersihan ekosistem tersebut. hal yang dapat dilakukan antara lain
tidak membuang sampat disembarangan di sungai atau di danau, membuang tinja di
tempat yang benar, tidak juga membuang limbah di ekosistem air. Hal ini harus
mendapat dukungan daari berbagai pihak, agar kelestarian ekosistem air tawar
dapat dijaga demi anak cucu kita dimasa yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA
Rahim, Sukirman dkk. 2014. Ilmu alamiah dasar (IAD). Gorontalo: Ideas Publishing.
Anonymous, joe. 2013. Pengertian Keanekaragaman ekosistem. Diakses pada 13
maret 2015. Di http://temukanpengertian.blogspot.com/2013/09/pengertian-keanekaragaman-ekosistem.html
Chan, Amelia. 2013. Keanekaragaman
hayati. Diakses pada 13 maret
2015. Di https://amelchan24.wordpress.com/2013/11/29/keanekaragaman-hayati/
Diakses pada 13 maret 2015. Di http://diversitaspisang.blogspot.com/2011/07/3-keanekaragaman-tingkat-ekosistem.html
Indrawan, Yoga. 2013. INFORMASI MENGENAI CONTOH-CONTOH KEANEKARAGAMAN GEN, JENIS, EKOSISTEM BESERTA GAMBARNYA. INROTMASI MENGENAI CIRI-CIRI BIOMA DI INDONESIA. Diakses pada 13 maret 2015. Di http://yogaindrawanindo.blogspot.com/2013/12/informasi-mengenai-contoh-contoh.html
Mousir. 2014. Keanekaragaman Hayati (Biodiversitas). Diakses pada 13 maret 2015. Di http://www.pintarbiologi.com/2014/11/keanekaragaman-hayati-biodiversitas.html
PUSTEKKOM. 2005. KONSEP KEANEKARAGAMAN HAYATI. Diakses pada 13 maret 2015. Di http://download.sma1pekalongan.sch.id/umum/file/Media%20Pembelajaran/Biologi/BAHAN-AJAR/WEB/KEANEKARAGAMAN%20HAYATI/kb1hal13.htm
Pengesti. 2013. Ekosistem air tawar. Diakses pada 13 maret 2015. Di http://anapangesti.blogspot.com/2013/12/ekosistem-air-tawar.html
R, Hafni. 2014. Macam-Macam Keanekaragaman Hayati (Genetik, Species dan Ekosistem).
Diakses pada 13 maret 2015. Di http://www.materisma.com/2014/02/macam-macam-keanekaragaman-hayati-gen.html
