Translate

Jumat, 27 Maret 2015

Keanekaragaman Hayati



Tugas Makalah IAD:
“Keanekaragaman Hayati”
“Ekosistem Air Tawar dan Pelestariaanya”

Oleh:
I Kadek Restamo
321 412 081
6 D
JURUSAN BAHASA INGGRIS
FAKULTAS SASTA DAN BUDAYA
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Disekeliling tempat tinggal kita terdapat banyak sekali mahluk hidup yang berbeda jenis menempati suatu tempat baik itu didarat dan di perairan. Misalnya, dihalaman rumah, kebun, sawah, atau di hutan. Di tempat itu dapat kita jumpai bermacam-macam makhluk hidup mulai dari makhluk yang berukuran kecil seperti semut hingga makhluk berukuran besar seperti burung, ular, atau gajah. Mulai dari yang berwarna gelap hingga makhluk yang berwarna cerah dan menarik.
Lingkungan hidup meliputi komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik meliputi berbagai jenis makhluk hidup mulai yang bersel satu (uni seluler) sampai makhluk hidup bersel banyak (multi seluler) yang dapat kita lihat secara langsung. Komponen abiotik meliputi iklim, cahaya, batuan, air, tanah, dan kelembaban. Ini semua disebut faktor fisik. Selain faktor fisik, ada faktor kimia, seperti salinitas (kadar garam), tingkat keasaman, dan kandungan mineral.
Tentunya semua makhluk hidup berinteraksi dengan lingkungannya yang berupa factor biotik dan abiotik. Faktor biotic meliputi berbagai jenis makhluk hidup lain, sedangkan yang termasuk faktor abiotik adalah iklim, cuaca, suhu, air, tanah, udara, kelembaban, dan salintas. Faktor biotic dan faktor abiotik sangat bervariasi. Oleh karena itu ekosistem yang merupakan kesatuan dari faktor biotik dan faktor abiotik pun bervariasi.
Kombinasi antara kedua komponen tersebutlah yang mengakibatkan terbentuknya sebuah ekosistem. Sebagai contoh ekosistem air tawar. Dimana contoh ekosistem air tawar ini beru ekosistem sungai, di dalam sungai terdiri dari berbagai mahluk hidup, seperti ikan, serangga sungai, tumbuhan seperti tumbuhan kangkung, lumut yang semua komponen tersebut melakukan interaksi.
Semua ekosistem ini memberikan hidup bagi semua mahluk hidup yang menempatinya. Oleh karena itu kelestariannya patut kita jaga agar dapat memberikan manfaat kepada manusia. Kerusakan yang terjadi tersebut juga dilakukan oleh manusia yang telah mengambil manfaat dari ekosistem yang mereka rusak. Oleh karena itu dalam makalah ini akda diulas tentang keanekaragaman hayati tingkat ekosistem dalam hal ini ekosistem air tawar dan pelestariannya.

1.2  Rumusan Masalah
Dalam makalah ini akan dibahas beberapa pokok bahasan antara lain sebagai berikut:
1.      Apa yang dimaksud dengan ekosistem air tawar?
2.      Bagaimana usaha untuk melestarikan ekosistem air tawar?

1.3  Tujuan Penulisan
Sehingga melalui rumusan masalah di atas, maka penulis merumuskan beberapa rumusan masalah sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui apa pengertian ekosistem ait tawar.
2.      Untuk mengetahui cara melestarikan ekosistem air tawar.


BAB II
PEMBAHASAN
2.1    Ekosistem Air Tawar
Ekosistem berarti suatu kesatuan yang dibentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup (komponen biotik) dan lingkungannya (komponen abiotik). Setiap ekosistem memiliki ciri-ciri lingkungan fisik, lingkungan kimia, tipe vegetasi, dan tipe hewan yang spesifik. Kondisi lingkungan makhluk hidup ini sangat beragam.
Perbedaan letak geografis menyebabkan perbedaan iklim. Perbedaan iklim menyebabkan terjadinya perbedaan temperatur, curah hujan, intensitas cahaya matahari, dan lamanya penyinaran. Keadaan ini akan berpengaruh terhadap jenis-jenis flora (tumbuhan) dan fauna (hewan) yang menempati suatu daerah. Di daerah dingin terdapat bioma Tundra. Di tempat ini tidak ada pohon, yang tumbuh hanya jenis lumut. Hewan yang dapat hidup, antara lain rusa kutub dan beruang kutub. Di daerah beriklim sedang terdapat bioma Taiga. Jenis tumbuhan yang paling sesuai untuk daerah ini adalah tumbuhan conifer, dan fauna/hewannya antara lain anjing hutan, dan rusa kutub. Pada iklim tropis terdapat hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis memiliki flora (tumbuhan) dan fauna (hewan) yang sangat kaya dan beraneka ragam. Keanekaragaman jenis-jenis flora dan fauna yang menempati suatu daerah akan membentuk ekosistem yang berbeda. Maka terbentuklah keanekaragaman tingkat ekosistem.
Di dalam ekosistem, seluruh makhluk hidup yang terdapat di dalamnya selalu melakukan hubungan timbal balik, baik antar makhluk hidup maupun makhluk hidup dengan lingkungnnya atau komponen abiotiknya. Hubungan timbal balik ini menimbulkan keserasian hidup di dalam suatu ekosistem.
Jadi, ekosistem dapat diartikan sebagai hubungan atau interaksi timbal balik antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup lainnya dan juga antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Suatu lingkungan tidak hanya dihuni oleh satu jenis makhluk hidup saja, tetapi juga akan dihuni oleh jenis makhluk hidup lain yang sesuai. Akibatnya, pada lingkungan tersebut akan dihuni berbagai makhluk hidup berlainan jenis yang hidup berdampingan.
Ada berbagai jenis keanekaragaman hayati tingkat ekosistem, seperti ekosistem air laut Contoh keanekaragaman ekosistem adalah ekosistem sungai, Ekosistem terumbu karang, dan ekosistem hutan bakau. Masing-masing ekosistem memiliki jenis turnbuhan dan hewan yang berbeda. Pada ekosistem terumbu karang terdapai berbagai jenis ikan,  ganggang, dan invertebrate. Pada ekosistem hutan bakau terdapat berbagai jenis organisme seperti tumbuhan bakau, kiambang, dan hewan seperti burung, ular, dan ikan. Berikut ini akan dijelaskan ekosistem tingkat air tawar.
Ekosistem Air Tawar
Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi.
Adaptasi organisme air tawar adalah sebagai berikut.
1.      Adaptasi tumbuhan
Tumbuhan yang hidup di air tawar biasanya bersel satu dan dinding selnya kuat seperti beberapa alga biru dan alga hijau. Air masuk ke dalam sel hingga maksimum dan akan berhenti sendiri. Tumbuhan tingkat tinggi, seperti teratai (Nymphaea gigantea), mempunyai akar jangkar (akar sulur). Hewan dan tumbuhan rendah yang hidup di habitat air, tekanan osmosisnya sama dengan tekanan osmosis lingkungan atau isotonis.
2.      Adaptasi hewan
Ekosistem air tawar dihuni oleh nekton. Nekton merupakan hewan yang bergerak aktif dengan menggunakan otot yang kuat. Hewan tingkat tinggi yang hidup di ekosistem air tawar, misalnya ikan, dalam mengatasi perbedaan tekanan osmosis melakukan osmoregulasi untuk memelihara keseimbangan air dalam tubuhnya melalui sistem ekskresi, insang, dan pencernaan. Habitat air tawar merupakan perantara habitat laut dan habitat darat.
Penggolongan organisme dalam air dapat berdasarkan aliran energi dan kebiasaan hidup.
a)      Berdasarkan aliran energi, organisme dibagi menjadi autotrof (tumbuhan), dan fagotrof (makrokonsumen), yaitu karnivora predator, parasit, dan saprotrof atau organisme yang hidup pada substrat sisa-sisa organisme.
b)      Berdasarkan kebiasaan hidup, organisme dibedakan sebagai berikut.
·         Plankton; terdiri alas fitoplankton dan zooplankton, biasanya melayang-layang (bergerak pasif) mengikuti gerak aliran air.
·         Nekton; hewan yang aktif berenang dalam air, misalnya ikan.
·         Neuston; organisme yang mengapung atau berenang di permukaan air atau bertempat pada permukaan air, misalnya serangga air.
·         Perifiton; merupakan tumbuhan atau hewan yang melekat/bergantung pada tumbuhan atau benda lain, misalnya keong.
·         Bentos; hewan dan tumbuhan yang hidup di dasar atau hidup pada endapan. Bentos dapat sessil (melekat) atau bergerak bebas, misalnya cacing dan remis.
Ekosistem air tawar digolongkan menjadi air tenang dan air mengalir. Termasuk ekosistem air tenang adalah danau dan rawa, termasuk ekosistem air mengalir adalah sungai.
1.      Danau
Danau merupakan suatu badan air yang menggenang dan luasnya mulai dari beberapa meter persegi hingga ratusan meter persegi.
Di danau terdapat pembagian daerah berdasarkan penetrasi cahaya matahari. Daerah yang dapat ditembus cahaya matahari sehingga terjadi fotosintesis disebut daerah fotik. Daerah yang tidak tertembus cahaya matahari disebut daerah afotik. Di danau juga terdapat daerah perubahan temperatur yang drastis atau termoklin. Termoklin memisahkan daerah yang hangat di atas dengan daerah dingin di dasar.
Komunitas tumbuhan dan hewan tersebar di danau sesuai dengan kedalaman dan jaraknya dari tepi. Berdasarkan hal tersebut danau dibagi menjadi 4 daerah sebagai berikut.
a)      Daerah litoral
Daerah ini merupakan daerah dangkal. Cahaya matahari menembus dengan optimal. Air yang hangat berdekatan dengan tepi. Tumbuhannya merupakan tumbuhan air yang berakar dan daunnya ada yang mencuat ke atas permukaan air. Komunitas organisme sangat beragam termasuk jenis-jenis ganggang yang melekat (khususnya diatom), berbagai siput dan remis, serangga, krustacea, ikan, amfibi, reptilia air dan semi air seperti kura-kura dan ular, itik dan angsa, dan beberapa mamalia yang sering mencari makan di danau.
b)      Daerah limnetik
Daerah ini merupakan daerah air bebas yang jauh dari tepi dan masih dapat ditembus sinar matahari. Daerah ini dihuni oleh berbagai fitoplankton, termasuk ganggang dan sianobakteri. Ganggang berfotosintesis dan bereproduksi dengan kecepatan tinggi selama musim panas dan musim semi.  Zooplankton yang sebagian besar termasuk Rotifera dan udang-udangan kecil memangsa fitoplankton. Zooplankton dimakan oleh ikan-ikan kecil. Ikan kecil dimangsa oleh ikan yang lebih besar, kemudian ikan besar dimangsa ular, kura-kura, dan burung pemakan ikan.


c)      Daerah profundal
Daerah ini merupakan daerah yang dalam, yaitu daerah afotik danau. Mikroba dan organisme lain menggunakan oksigen untuk respirasi seluler setelah mendekomposisi detritus yang jatuh dari daerah limnetik. Daerah ini dihuni oleh cacing dan mikroba.
d)     Daerah bentik
Daerah ini merupakan daerah dasar danau tempat terdapatnya bentos dan sisa-sisa organisme mati.

Danau juga dapat dikelompokkan berdasarkan produksi materi organik-nya, yaitu sebagai berikut :
a.       Danau Oligotropik
Oligotropik merupakan sebutan untuk danau yang dalam dan kekurangan makanan, karena fitoplankton di daerah limnetik tidak produktif. Ciricirinya, airnya jernih sekali, dihuni oleh sedikit organisme, dan di dasar air banyak terdapat oksigen sepanjang tahun.
b.      Danau Eutropik
Eutropik merupakan sebutan untuk danau yang dangkal dan kaya akan kandungan makanan, karena fitoplankton sangat produktif. Ciri-cirinya adalah airnya keruh, terdapat bermacam-macam organisme, dan oksigen terdapat di daerah profundal.
Danau oligotrofik dapat berkembang menjadi danau eutrofik akibat adanya materi-materi organik yang masuk dan endapan. Perubahan ini juga dapat dipercepat oleh aktivitas manusia, misalnya dari sisa-sisa pupuk buatan pertanian dan timbunan sampah kota yang memperkaya danau dengan buangan sejumlah nitrogen dan fosfor. Akibatnya terjadi peledakan populasi ganggang atau blooming, sehingga terjadi produksi detritus yang berlebihan yang akhirnya menghabiskan suplai oksigen di danau tersebut.
Pengkayaan danau seperti ini disebut "eutrofikasi". Eutrofikasi membuat air tidak dapat digunakan lagi dan mengurangi nilai keindahan danau.

2.      Sungai
Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah. Air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan. Aliran air dan gelombang secara konstan memberikan oksigen pada air. Suhu air bervariasi sesuai dengan ketinggian dan garis lintang.
Komunitas yang berada di sungai berbeda dengan danau. Air sungai yang mengalir deras tidak mendukung keberadaan komunitas plankton untuk berdiam diri, karena akan terbawa arus. Sebagai gantinya terjadi fotosintesis dari ganggang yang melekat dan tanaman berakar, sehingga dapat mendukung rantai makanan.
Manfaat Ekosistem Air Tawar
Beberapa fungsi atau manfaat ekosistem air tawar adalah sebagai berikut:
a.       Sebagai sumber plasma nutfah yang berpotensi sebagai penyumbang bahan genetik
b.      Sebagai tempat berlangsungnya siklus hidup jenis flora/fauna yang penting
c.       Sebagai sumber air yang dapat digunakan langsung oleh masyarakat sekitarnya (rumahtangga, industri dan pertanian)
d.      Sebagai tempat penyimpanan kelebihan air yang berasal dari air hujan, aliran permukaan, sungai-sungai atau dari sumber-sumber air bawah tanah
e.       Memelihara iklim mikro, di mana keberadaan ekosistem danau dapat mempengaruhi kelembaman dan tingkat curah hujan setempat
f.       Sebagai sarana tranportasi untuk memindahkan hasil-hasil pertanian dari tempat satu ke tempat lainnya
g.      Sebagai penghasil energi melalui PLTA.
h.      Sebagai sarana rekreasi dan objek pariwisata.

2.2    Usaha untuk Melestarikan Ekosistem Sungai
Air merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan manusia. Banyak hal harus dilakukan dengan menggunakan air tersebut, mulai dari kegiatan mencuci, memasak, mandi, air minum sehari-hari bahkan hingga mencuci tangan sebelum kita makan agar terhindar dari kuman yang measih menempel di tangan kita. Oleh karena itu jika terjadi pencemaran atau bahkan kerusakan pada ekosistem air maka akan terjadi banyak masalah pada manusia itu sendiri. Sebagai contoh jika sungai kita tercemar atau kotor karena masyarakat membuang sampah disungai maka akan timbul banjir dikala musim penghujan. Selain itu akan timbul banyak penyakit akan timbul karena pencemaran air.
Sebagai manusia yang sama seperti semua mahluk yang lainnya yang juga berinteraksi dan membutuhkan lingkungan sebagai tempat tinggalnya seharusnya menyadari pentingnya lingkungan bagi kehidupannya. Seharusnya sebagai manusia ia harus menjaga dan melestarikan lingkungan khususnya sungai dari pencemaran.
Karena sangat pentingnya ekosistem air ini bagai kehidupan manusia dan keperluan industri, maka perlu dilakukan pelestarian lingkungan dibidang ekosistem air. Pelestarian ini bertujuan untuk menjaga kebersihannya, menjaga eksistensinya agar kita selalu dapat memetik manfaat dari ekosistem ini. adapun cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian ekosistem air tawar adalah:
Hal pertama yang dapat kita lakukan adalah tidak membuang kotoran disungai atau didanau. Karena kotoran manusia merupakan semua zat-zat yang sudah tidak dipakai lagi oleh tubuh dan harus dikeluarkan dari dalam tubuh kita. Untuk mencegah terjadinya kontaminasi tinja di air maka hendaknya pembuangan tinja harus dikelola dengan baik oleh manusia, maksudnya pembangunan kotoran harus disuatu tempat tertentu atau jamban yang sehat.
Kedua, masyarakat hendaknya tidak membuang sampah di sungai, masyarakat hendaknya sadar dan tidak membuang sampah disungai karena perbuatan yang tidak sadar akan sungai kotor yang akan menimbulkan banjir ketika banjir. Sumber-sumber sampah antara lain sampah yang berasal dari pemukiman, tempat-tempat umum, perkantoran,  jalan raya, industri, pertanian/perkebunan, pertambangan, peternakan dan perikanan. Semua sampah dapat dimanfaatkan kembali dengan cara mendaur ulang sampah tersebut. pertama-tama hal yang harus kita lakukan adalah memisahkan sampah organik dengan sampah anorganik. Sampah organik berupa dedaunan dan lain-lain, yang dapat dimanfaatkan kembali mejadi pupuk kompos. sedangan sampah anorganik yang berbahan plastik dapat di olah kembali dengan cara daur ulang. Jika semua masyarakat sadar akan hal ini, maka tidak akan ada lagi yang akan mengotori sungai, danau dan ekosistem air lainnya. Dengan hal ini kita dapat menjaga kebersihan, bahakan kelestariannya dapat terjaga.
Ketiga, tidak membuang limbah disungai, danau dan ekosistem air lainnya. Air limbah atau air buangan adalah sisa air yang dibuang yang berasal dari rumah tangga, industri maupun tempat-tempat umum lainnnya, dan pada umumnya mengandung bahan-bahan atau zat-zat yang dapat membahayakan bagi kesehatan manusia serta mengganggu lingkungan hidup dan mencemari air.
Pada intinya, kelestarian ekosistem air dapat dijaga dengan peduli terhadap ekosistem itu sendiri. Hal terbesar yang menjadi ancaman bagi ekosistem air tawar adalah tercemarnya ekosistem tersebut dengan limbah sampah dan limbah lainnya. Semua kalangan harus saling bahu membahu menjaga kelestarian ekosistem air. Mulai dari pemerintah, masyarakat dan semua manusia yang tinggal dibumi dengan demikian ekosistem akan terjaga demi kepentingan kita untuk hari ini, esok hari dan di masa depan.










BAB III
KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa maksud ekosistem adalah suatu hubungan timbal balik yang terjadi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Disekitar kita, ada banyak sekali ekosistem yang terjadi, mungkin itu ekosistem air tawar, ekosistem, pantai, ekosistem darat, dan sebagainya tergantung dari lingkungan tempat hidup makhluk tersebut.
Sedangkan yang dimaksud ekosistem air tawar adalah suatu bentuk menyeluruh atau tatanan yang ada didalam air tawar dan sekitarnya yang terdiri dari makhluk hidup didalam air tersebut dan lingkungan air tawar itu sendiri. Ekosistem air tawar akan saling mempengaruhi antara satu komponen dengan komponen lainnya. Contoh dari ekosistem air tawar adalah ekosistem sungai dan ekosistem danau.
Pelestarian ekosistem air tawar dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan ekosistem tersebut. hal yang dapat dilakukan antara lain tidak membuang sampat disembarangan di sungai atau di danau, membuang tinja di tempat yang benar, tidak juga membuang limbah di ekosistem air. Hal ini harus mendapat dukungan daari berbagai pihak, agar kelestarian ekosistem air tawar dapat dijaga demi anak cucu kita dimasa yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA
Rahim, Sukirman dkk. 2014. Ilmu alamiah dasar (IAD). Gorontalo: Ideas Publishing.
Anonymous, joe. 2013. Pengertian Keanekaragaman ekosistem. Diakses pada 13 maret 2015. Di http://temukanpengertian.blogspot.com/2013/09/pengertian-keanekaragaman-ekosistem.html
Chan, Amelia. 2013. Keanekaragaman hayati. Diakses pada 13 maret 2015. Di https://amelchan24.wordpress.com/2013/11/29/keanekaragaman-hayati/

Hidayah, Akhyari. 2013. Keanekaragaman hayati. Diakses pada 13 maret 2015. Di http://diversitaspisang.blogspot.com/2011/07/3-keanekaragaman-tingkat-ekosistem.html

Indrawan, Yoga. 2013. INFORMASI MENGENAI CONTOH-CONTOH KEANEKARAGAMAN GEN, JENIS, EKOSISTEM BESERTA GAMBARNYA. INROTMASI MENGENAI CIRI-CIRI BIOMA DI INDONESIA. Diakses pada 13 maret 2015. Di http://yogaindrawanindo.blogspot.com/2013/12/informasi-mengenai-contoh-contoh.html

Mousir. 2014. Keanekaragaman Hayati (Biodiversitas). Diakses pada 13 maret 2015. Di http://www.pintarbiologi.com/2014/11/keanekaragaman-hayati-biodiversitas.html

PUSTEKKOM. 2005. KONSEP KEANEKARAGAMAN HAYATI. Diakses pada 13 maret 2015. Di http://download.sma1pekalongan.sch.id/umum/file/Media%20Pembelajaran/Biologi/BAHAN-AJAR/WEB/KEANEKARAGAMAN%20HAYATI/kb1hal13.htm

Pengesti. 2013. Ekosistem air tawar. Diakses pada 13 maret 2015. Di http://anapangesti.blogspot.com/2013/12/ekosistem-air-tawar.html

R, Hafni. 2014. Macam-Macam Keanekaragaman Hayati (Genetik, Species dan Ekosistem).